Sabtu, 02 Mei 2020

Info Lengkap Eceng Gondok


Bkkofthai -   Eceng gondok (Eichonia crassipe) hidup mengapung di air dan kadang-kadang berakar dalam tanah. Tingginya sekitar 0,4 – 0,8 meter dan Tidak mempunyai batang.

Definisi Eceng Gondok

Eceng gondok (Eichonia crassipe) hidup mengapung di air dan kadang-kadang berakar dalam tanah. Tingginya sekitar 0,4 – 0,8 meter. Tidak mempunyai batang. Daunnya tunggal dan berbentuk oval. Ujung dan pangkalnya meruncing, pangkal tangkai daun menggelembung.

Permukaan daunnya licin dan berwarna hijau. Bunganya termasuk bunga majemuk, berbentuk bulir, kelopaknya berbentuk tabung. Bijinya berbentuk bulat dan berwarna hitam. Buahnya kotak beruang tiga dan berwarna hijau. Akarnya merupakan akar serabut.

Dalam hal ini tidak semua tumbuhan hidup didaratan, yang sebagian tumbuhan malah justru hidup di lingkungan air. Tumbuhan memang memiliki lingkungan tumbuh yang berbeda dan hanya tumbuhan tertentu saja yang hidup di air atau misalnya di lingkungan ekstrim seperti di lingkungan yang bersalju.

Untuk di Indonesia sendiri selain tumbuhan dapat tumbuh di dataran rendah dan dataran tinggi juga ada yang hidup di air seperti tumbuhan eceng gondok. Dalam hal ini apakah anda mengetahui bunga apa ini…?? tentu saja semua sudah mengetahui mengenai bunga ini yang mana seringnya dianggap sebagai gulma dari pada tumbuhan.

Tidak banyak yang begitu suka dengan membiakkannya karena bunga jenis ini tidak dapat dijadikan sebagai bunga hias kecuali di kola dan seringnya bunga ini mengganggu ekosistem air bila jumlahnya sudah melebihi batasan. Namun sebenarnya bunga ini memiliki kegunaan yang cukup bagus bagi manusia.


  • Klasifikasi ilmiah Eceng Gondok
  • Kerajaan: Plantae
  • Divisi: Magnoliophyta
  • Kelas: Liliopsida
  • Ordo: Commelinales
  • Famili: Pontederiaceae
  • Genus: Eichhornia Kunth
  • Spesies: E. crassipes


  • Nama binomial: Eichhornia crassipes

Ciri Khusus Tumbuhan Eceng Gondok

Tumbuhan enceng gondok ialah tumbuhan ari yang mana banyak terdapat di perairan tawar seperti di sungai. Pada tumbuhan ini biasanya terlihat mengapung di atas sungai yang mana menutupi sinar matahari yang akan masuk ke dalam parairan.

Pada tangkai daun eceng gondok menggelembung atau berongga. Tumbuhan ini masih memiliki akar layaknya tumbuhan lainnya yang tentu saja mengapung di perairan. Daun enceng gondok merupakan daun tunggal yang mana bentuknya oval, memiliki tekstur yang licin dan bawarna hijau cerah.


Pada ujung dari tangkai daun menggelembung dan juga pangkal tersebut meruncing. Tanaman ini mudah sekali berkembang biak yang sehingga apabila dibiarkan lama kelamaan akan semakin tumbuh subur, jumlahnya menjadi banyak. Yang salah satu alasan eceng gondok dianggap gulma karena dapat mengancam kehidupan yang ada dibawahnya.

Apabila semakian banyak eceng gondok yang ada di sungai maka cahaya matahari akan menjadi susah untuk masuk ke dalam perairan, ikan akan kekurangan vitamin dari matahari dan mempersulit untuk ikan bernapas karena eceng gondok yang menutupi perairan tidak menyediakan ruang untuk ikan mengambil udara bebas.

Bentuk Eceng Gondok

Berikut adalah beberapa bentuk-bentuk penyesuaian struktur dan fungsi tubuh eceng gondok:

Akar

Bagian ini ditumbuhi dengan bulu-bulu akar yang berserabut berfungsi untuk pegangan atau jangkar tanaman. Peranan akar eceng gondok lebih pada kemampuannya dalam menyerap zat-zat yang diperlukan di dalam air.

Pada ujung akar terdapat kantung akar yang man di bawah sinar matahari akan berwarna merah, susunan akarnya dapat mengumpulakan lumpur atau partikel-partikel zat yang terlarut dalam air.

Daun

Tergolong makrofita yang terleak di atas permukaan air yang di dalamnya terdapat rongga udara sebagai alat pengapung tanaman. Klorofil terdapat pada sel eepidermis. Permukaan atas daun dipenuhi mulut daun dan bulu daun. Rongga udara selain untuk penampungan juga sebagai penyimpan O2 saat fotosintesis.

Tangkai

Tangkai eceng gondok berbentuk bulat menggelembung yang di dalamnya penuh dengan rongga udara yang berperan untuk mengapungkan tanaman di permukaan air.